Jumat, 26 November 2010

Observasi Produksi Barang

LAPORAN PENGANTAR BISNIS
PROSES PEMBUATAN TEMPE



Disusun oleh :
1. Pratiwi Basyaratunnisa (25210374)
2. Rahmah Putri Ayu Andini (25210559)
3. Setiawati (26210486)
4. Siti Humaeroh (26210592)

UNIVERSITAS GUNADARMA
2010

href="file:///E:%5CDOCUME%7E1%5CFLASHU%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData">
KATA PENGANTAR

       Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah,  karena berkat kemurahanNya laporan ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam laporan ini kami membahas “Proses Pembuatan Tempe.
       Laporan ini dibuat untuk mengetahui proses pembuatan tempe.Dalam  proses pembuatan tempe ini,  tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya  kami sampaikan :
  • Bapak Dr. Zuhad Ichyaudin,  selaku dosen mata kuliah “Pengantar Bisnis
  • Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak  memberikan masukan untuk  laporan  ini.

Demikian laporan ini kami buat, semoga bermanfaat.

                                                                                          Bekasi22 November 2010
                                                                                                     Penyusun
                                                                             

Daftar isi
Kata pengantar……………………………………………………………………………..     1
Daftar isi……………………………………………………………………………………    2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Pengertian produk……………………………………………………………….   3   
1.2 Struktur Organisasi………………………………………………………………   3 
BAB II PROSES PEMBUATAN TEMPE
2.1 Komposisi………...………………………………………………………………  4
2.2 Alat-alat....................................................................................................................4
2.3 Proses pembuatan tempe……………..................………………………………..  4 
BAB 3
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………… 7
3.2 Saran…………………………………………………………………………….. 7
3.3 Analisis………………………………………………………………………….. 7
3.4 Tujuan Analisis………………………………………………………………….. 7






BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Pengertian produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan . Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan.

1.2 Struktur Pembuatan tempe

BAB 2
PROSES PEMBUATAN TEMPE
2.1 Komposisi :
·         Kacang kedelai 1 kg
·         Ragi tempe 2 gram
·         Air bersih secukupnya
2.2 Alat-alat :
·         Plastik putih ukuran 1 kg
·         Daun pisang yang masih hijau untuk membungkus
·         Baskom
·         Panci besar
·         Kompor
·         Kain penyaring

2.3 Proses Pembuatan Tempe

1.      Biji kedelai yang telah dipilih/dibersihkan dari kotoran, dicuci dengan air yang bersih selama 1 jam.

                                           
2.      Setelah bersih, kedelai direbus dalam air selama 2 jam.
3.      Kedelai kemudian direndam 12 jam dalam air panas atau hangat bekas air perebusan supaya kedelai mengembang.


4.      Berikutnya, kedelai direndam dalam air dingin selama 12 jam.
5.      Setelah 24 jam direndam seperti pada butir 3 dan butir 4 di atas, kedelai dicuci dan dikuliti (dikupas).
6.      Setelah dikupas, kedelai direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman.


7.      Kedelai diambil dari dandang, diletakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis. Selanjutnya, kedelai dibiarkan dingin sampai permukaan keping kedelai kering dan airnya menetes habis.
8.      Sesudah itu, kedelai dicampur dengan laru (ragi 2%) guna mempercepat atau merangsang pertumbuhan jamur. Proses mencampur kedelai dengan ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah tahap penentu keberhasilan dalam membuat tempe kedelai.


9.      Bila campuran bahan fermentasi kedelai sudah rata, campuran tersebut dicetak pada loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya dipakai sebagai pembungkus. Sebelumnya, plastik dilubangi atau ditusuk-tusuk. Maksudnya ialah untuk memberi udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih. Proses percetakan/pembungkus memakan waktu 3 jam. Daun yang biasanya buat pembungkus adalah daun pisang atau daun jati. Ada yang berpendapat bahwa rasa tempe yang dibungkus plastik menjadi "aneh" dan tempe lebih mudah busuk (dibandingkan dengan tempe yang dibungkus daun).

10.  Campuran kedelai yang telah dicetak dan diratakan permukaannya dihamparkan di atas rak dan kemudian ditutup selama 24 jam.
11.   Setelah 24 jam, tutup dibuka dan campuran kedelai didinginkan/diangin-anginkan selama 24 jam lagi. Setelah itu, campuran kedelai telah menjadi tempe siap jual.

BAB 3
3.1 Kesimpulan
Dari analisis yang kami lakukan di home industri dapat kami ambil kesimpulan bahwa, lokasi tempat usaha berada di pedalaman, karena jika lokasi tempat usaha dekat dengan pemukiman warga, warga akan terkena limbahnya.
3.2 Saran
1.      Lebih memperhatikan kebersihan lingkungan usaha.
2.      Menamambah peralatan yang diperlukan.
3.3 Analisis
Dari hasil pengamatan yang kami lakukan, dapat kami simpulkan sisi negatif dan positif dari proses produksi pembuatan tempe, yaitu :
Sisi Negatif :
·         Tidak terdapat ruang khusus untuk mengelola atau memproduksi bahan baku.
·         Perlengkapan yang kurang baik dan tidak memadai
·         Kurangnya kebersihan di lingkungan produksi
·         Tempat yang usang dan bau.
·         Tangan yang jarang dibersihkan sebelum membuat tempe.
Sisi Positif :
·         Pengambilan tempat yang tepat karena tidak mengganggu warga sekitar
·         Harga jual yang cukup ekonomis
·         Banyak mengandung gizi
·         Dapat di buat atau di masak sesuai dengan selera
·         Di konsumsi oleh semua masyarakat

Tujuan analisis
 Analisis yang kami lakukan bertujuan agar kita dapat mengetahui cara memproduksi tempe, cara pemasarannya, dan dapat mengambil pelajaran bagaimana menjalankan suatu usaha, serta cara manajemen usaha dengan baik.

Kamis, 25 November 2010

Pembelanjaan

PEMBELANJAAN
GAMBARAN UMUM PEMBELANJAAN
• Arti Pembelanjaan dan Fungsi Manajer
Pembelanjaan adalah suatu usaha menyangkut bagaimana perusahaan harus mengorganisasikan untuk mendapatkan dana, bagaimana mendapatkan dana, bagaimana menggunakan dana, dan bagaimana laba perusahaan akan mendistribusikan.

PENGGUNAAN DANA
• Gambaran Umum
Metode penggolongan untuk menggunakan dana ini dibagi menjadi dua, yaitu penggunaan jangka pendek dan penggunaan jangka panjang. Penggunaan jangka pendek dapat ditunjukan sebagai aktiva lancar sedangkan penggunaan jangka panjang menggunakan aktiva tetap.
• Penggunaan Dana jangka Pendek
1. Kas
Sejumlah dana yang ada dalam perusahaan di wujudkan dalam bentuk kas, terutama untuk membayar gaji dan rekening-rekening lainnya. Dari sejumlah kas yang dipegang manajer, tidak seluruhnya berwujud uang tunai, tetapi berwujud cek yang setiap saat dapat di cairkan di bank.
• Aliran Kas
Sebagian dari aliran kas keluar terjadi dalam proses produksi dan terdiri atas pembayaran bahan, tenaga kerja, serta biaya tidak langsung.
• Anggaran Kas
Tanggung jawab manajer dalam pengelolaan aliran kas perusahaan meliputi :
a. Membuat kepastian bahwa kas selalu trsedia bilamana di perlukan
b. Memanfaatkan kas untuk memaksimumkan pendapatan bunga
2. Surat-surat Berharga
Manajer keuangan yang sedang memelihara keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas (kemampuan untukmendapatkan laba) mempunyai alternatif untuk cenderung memegang jumlah kas yang lebih besar.
3. Piutang
Untuk mempertahankan pembeli-pembeli yang ada dan untuk menarik pembeli baru banyak perusahan yang memberikan atau mengenakan pembayaran secara kredit kepada mereka. Jadi, bagi perusahaan piutang ini sering terjadi dari adanya penjualan kredit kepada pembeli.
4. Persediaan
Bagi perusahaan yang memelihara jumlah persedian barang untuk memenuhi permintaan secar cepat harus mempunyai sejumlah investasi disitu.

• Penggunaan Dana Jangka Panjang
Aktiva tetap tersebut dapat berupa :
1. Tanah yang dimili oleh perusahaan merupakan aktiva tetap dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
2. Bangunan yang dimiliki oleh perusahaan harus ditentukan umurnya
3. Peralatan yang dimiliki oleh perusahaan berupa mesin
• Analisis Investasi Aktiva Tetap
Terdapat tiga metode analisis investasi yaitu :
a. Metode net present value (NPV)
b. Metode internal rate of return (IRR)
c. Metode pay off period (POP)

SUMBER DANA
• Macam-macam Sumber Dana
Jika ditinjau dari asalnya sumber dana di bagi menjadi dua golongan yaitu :
1. Berasal dari luar perusahaan. Pembelanjaan dengan sumber dana dari dalam perusahaan ini disebut pembelanjaan intern, yaitu meliputi :
• Penggunaan dana perusahaan
• Penggunaan cadangan
• Penggunaan laba yang tidak dibagi atau ditahan
2. Berasal dari luar perusahaan. Pembelanjaan sumber dana dari luar perusahaan ini disebut pembelanjaan ekstern, yaitu meliputi :
• Dana dari pemilik atau peserta
• Dana dari utang atau pinjaman

• Pemilihan Sumber dana
Beberapa alternatif yang dapat dipilih adalah :
1. Menggunakan dana intern saja
2. Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham
3. Menggunakan dana ekstern dengan mencari pinjaman atau kredit
4. Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham dan mencari pinjaman
5. Menggunakan dana intern dan ekstern
• Sumber Dana Intern
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan adalah dengan cara mengambil dana yang sudah tersedia diperusahaan. Tetapi dana intern ini biasa biasanya sangat terbatas jika digunakan sendiri kurang menguntungkan.
• Sumber Dana Ekstern
Pada umumnya kredit dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1. Kredit jangka pendek adalah kredit yangka waktunya tidak lebih dari satu tahun. Misalnya kredit rekening koran, kredit belening, kredit wesek, kredit penjual dan pembeli, dan aksep.
2. Kredit jangka panjang adalah kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun. Misalnya hipotik, obligasi, kredit bank, kredit dari negara lain.
• Optimisasi Modal
Untuk menentukan apakah sebaiknya mengambil kredit jangka panjang atau jangka pendek perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor, yaitu :
1. Bunga kredit jangka pendek
2. Bunga kredit jangka panjang
3. Bunga simpanan bank
4. Jangka waktu pemakain modal
5. Jangka kritis
• Kredit Lembaga Keuangan
Kredit yang ditunjukan oleh perusahaan akan disetujuai apabila perusahaan tersebut dianggap layak untuk diberi. Hal ini harus dibuktikan dengan studi kelayakan dan syarat-syarat lain biasa disebut dengan 4c yaitu :
1. Capital
2. Capability
3. Collateral
4. Character
• Kredit Kelayakan
Kredit ini tidak harus dijamin dengan harta tetap cukup dengan perintah kerja (SPK) dari pemberi kerja (bouwheer)
• Likuiditas dan Solvabilitas
1. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial setiap hari. Kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi dalam perusahaan dibagi menjadi dua yaitu :
• Mampu membayar utang-utang pada setiap saat ditagih
• Mampu membiayai operasi perusahaan setiap hari
2. Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya pada saat perusahaan dilikuidasi.
• Rentabilasi
Kemampuan menghasilkan laba dari sejumlah dana yang dipakai untuk menghasilkan laba tersebut.
1. Rentabilasi ekonomis
Kemampuan untuk menghasilkan laba dari seluruh modal baik modal asing maupun modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
2. Rentabilitas modal sendiri
Kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.

SURAT-SURAT BERHARGA DAN PASAR MODAL
• Saham
Saham merupakan tanda penyertaan di dalam perusahaan. Saham perusahaan ini dibedakan ke dalam dua golongan, yaitu :
1. Saham biasa merupakan bentuk pemilikan tanpa hak istimewah.
2. Saham preferen merupakan bentuk pemilikan dengan hak istimewah. Hak-hak istimewa yang ada pada pemegang preferen ini adalah :
• Pembagian dividen yang didahulukan
• Pembagian dividen kumulatif
• Pembagian kekayaan yang didahulukan


• Obligasi
Sifat-sifat dari obligasi :
1. Dapat diperjual belikan
2. Terdapat kewajiban untuk mengembalikan pokok pinjaman
3. Terdapat kewajiban untuk membayar bunga
4. Terdapat jangka waktu yang pasti
Jenis-jenis obligasi :
1. Sesuai dengan pihak yang mengeluarkan :
a. Obligasi umum
b. Obligasi perusahaan
2. Sesuai dengan karakter jaminan :
a. Obligasi jaminan
b. Obligasi tanpa jaminan
• Pasar Modal
Sesuai dengan sifatnya saham dan obligasi dapat diperjual belikan

Senin, 22 November 2010

Personalia

PERSONALIA


PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
• Pendahuluan
Organisasi merupakan wahana untuk mencapai tujuan. Pengertian fungsi adalah tugas-tugas yang dapat dengan segera dibedakan dengan tugas-tugas yang lain. Sebagai pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut, diperlukan personalia yang diberi wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban.

• Macam/ Jenis Personalia
Sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya di dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja , yakni:
1. Tenaga Eksekutif : mempunyai tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen, merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinir dan mengawasi.
2. Tenaga Operatif : merupakan tenaga terampil, yang menguasai bidang pekerjaannya, sehingga tugas yang dibedakan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik. Tenaga operatif , ditinjau dari kemampuannya melaksanakan tugas dibagi menjadi golongan yakni :
a. Tenaga trampil (skilled labor)
b. Tenaga setengah trampil (semi skilled labor)
c. Tenaga tidak trampil (unskilled labor)

• Sumber Tenaga Kerja
1. Dari dalam Perusahaan
2. Teman-teman Para Karyawan
3. Lembaga Penempatan Tenaga Kerja
4. Lembaga Pendidikan
5. Masyarakat Umum

• Seleksi Tenaga Kerja
Sebelum proses seleksi dilakukan ada dua masalah penting yang harus diatasi lebih dahulu, yaitu :
1. Penentuan Jenis (Kualitas) Tenaga Kerja
Yang meliputi penentuan prasyarat yang harus dipenuhi antara lain :
a. Batas minimum-maksimum usia
b. Pendidikan minimal yang dimiliki
c. Pengalaman kerja yang telah diperoleh
d. Bidang keahlian yang dimiliki
e. Ketrampilan lain yang dimiliki
f. Pengetahuan-pengetahuan lainnya, dsb.
2. Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
a. Analisa beban kerja, dasar penentuan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan satu beban kerja pada satu periode tertentu.
b. Analisa tenaga kerja, untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode tertentu.
3. Proses Seleksi
a. Pengisian formulir atau penyortiran lamaran-lamaran yang masuk.
b. Wawancara pendahuluan, untuk mengetahui secara sekilas tentang penampilan (appearance), motif bekerja dan latar belakang kehidupan pelamar.
c. Psycho-test, meliputi 5 hal tersebut yaitu ;
1. Aptitude test – menguji sikap seseorang
2. Achievement test – menguji bakat seseorang
3. Interest test – menguji minat seseorang
4. Personality test – menguji kepribadian seseorang
5. IQ test (Intelegensia quotient) – menguji kecakapan seseorang.
d. Wawancara lanjutan, merupakan usaha untuk menggali berbagai informasi yang dianggap penting tentang pelamar.
e. Pengujian referensi, merupakan pengujian tentang berbagai hal tentang pelamar dari seseorang yang dianggap paling mengetahui.
f. Pengujian kesehatan
g. Masa orientasi, merupakan tahap pengujian yang paling akhir.
• Pengembangan Karyawan
Terdapat 2 metode pengembangan karyawan yakni :
1. Dilaksanakan di dalam dan oleh perusahaan sendiri ( on the job training )
2. Dilaksanakan di luar perusahaan dan oleh lembaga lain ( off the job training )


• Kompensasi
Adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan dalam jumlah tetentu oleh perusahaan kepada para karyawan atau kontribusi tenaganya yang telah diberikannya untuk mencapai tujuan perusahaan.
Terdapat 3 macam teori upah ekonomi yakni :
1. Teori pasar, upah ditentukan oleh hasil proses perundingan antara karyawan sebagai penjual tenaga dengan manajemen sebagai pembelinya.
2. Teori standard hidup, upah harus dapat memberikan jaminan kepada buruh untuk menikmati hidup dengan layak, dan pengusaha harus memberikan upah cukup tinggi.
3. Teori kemampuan untuk membayar, tingkat pembayaran harus didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk membayar.

• Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Upah
1. Pasar tenaga kerja
2. Tingkat upah yang berlaku di daerah yang bersangkutan
3. Tingkat keahlian yang diperlukan
4. Situasi laba perusahaan
5. Peraturan pemerintah

• Metode Pengupahan
1. Upah langsung (straight salary)
Merupakan bentuk pembayaran upah yang paling sederhana, pada umumnya, diwujudkan dalam bentuk sejumlah uang yag dibayarkan atas dasar satuan waktu tertentu, harian, mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan.
2. Gaji (wage)
Adalah lama waktu mengerjakan suatu pekerjaan, atau dihitung menurut tingkat upah per jam, tanpa memperhatikan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.
3. Upah satuan (piece work)
Upah yang dibayarkan kepada para karyawan menurut jumlah produk yang dihasilkan.
4. Komisi
Merupakan sejumlah uang yang dibayarkan (biasanya didasarkan atas persentase dan hrga jual) untuk setiap unit barang yang terjual, dan bukannya unit yang dapat diproduksi.
5. Premi shift kerja (shift premium)
Merupakan upah yang diberikan kepada para karyawan karena bekerja di luar jam kerja normal, misalnya sore atau malam hari.
6. Tunjangan tambahan (fringe benefit)
Untuk menarik agar supaya karyawan bersedia bekerja diperusahaan dalam waktu yang lama, seringkali memberikan tunjangan tambahan di luar upah yang biasa mereka terima.

• Upah Insentif
Adalah untuk mendorong karyawan agar bekerja dengan lebih produktif.
Macam-macam Bentuk Upah Insentif
1. Full Participation Plan
Merupakan upah insentif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstra pada tugas mereka, dapat menghasilkan produksi tambahan.
2. Group Insentif Plan
Insentif ini diberikan kepada sekelmpok karyawan, bilamana terbukti mereka dapat menunjukan hasil yang menguntungkan, seperti :
a. Peningkatan produktivitas
b. Penurunan biaya tenaga kerja per unit
c. Perbaikan kualitas produk
d. Pengurangan tingkat kerusakan produk yang dihasilkan

HUBUNGAN PERBURUHAN
• Hubungan Perburuhan Pancasila
Karyawan adalah manusia, yang hak asasinya harus dilindungi. Oleh karena itu Indonesia diciptakan satu bentuk hubungan antara karyawan dan manajemen, yang dikenal dengan hubungan perburuhan Pencasila.
Bilamana terjadi adanya ketidak sepakatan antara buruh dan manajemen buruh mempunyai senjata yang dapat digunakan untuk menekan pembicaraan antara mereka yaitu :
1. Boikot, dilakukan oleh buruh, misalnya dengan menolak barang-barang hasil produksi perusahaan
2. Pemogokan, merupakan cara yang dtempuh oleh buruh, dengan berhenti bekerja, baik dalam waktu singkat atau lama.
3. Penghasutan, untuk mendukung, pemogokan yang sudah dilakukan.
4. Memperlambat kerja, dilakukan oleh karyawan dengan cara mengurangi tingkat produktivitas mereka atau mengurangi jumlah produk yang dihasilkan.

• Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Isi perjanjian ini meliputi hak-hak dan kewajiban buruh maupun pengusaha.
Hak-hak buruh
1. Besarnya gaji/ upah minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya
2. Tunjangan-tunjangan yang harus diterima.
3. Hak untuk mendapat santunan kecelakaan di tempat kerja
4. Hak untuk mendapatkan promosi dengan sistem penilaian yang adil
5. Hak untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan melalui program training yang diberikan oleh perusahaan
6. Mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar atas kemauan sendiri (apapun alasannya)
7. Besarnya pesangon
Kewajiban buruh :
1. Datang bekerja tepat pada waktunya
2. Menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi
3. Berusaha menigkatkan produktivitas
4. Mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan, mematuhi tata waktu kerja
5. Berusaha untuk selalu dapat melakukan penghematan untuk dapat menekan biaya produksi
6. Menyumbangkan gagasan-gagasan yang bermanfaat untuk kelancaran jalannya usaha dan penekanan biaya produksi.
7. Bekerja sesuai yang digambarkan dalam deskripsi jabatan.
Hak Pengusaha :
1. Hak untuk mengevaluasi kerja karyawan menurut tata cara yang telah disepakati
2. Hak menentukan/ memilih/ seseorang yang dianggap baik untuk menjadi pimpinan.
3. Hak untuk menegur/ mengarahkan, bila terdapat karyawan yang dipandang bertindak menyimpang sehingga merugikan perusahaan.
4. Hak memberi promosi dan devisi kepada karyawan
5. Hak untuk memecat, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kewajiban Pengusaha :
1. Memberikan semua hak karyawan yang telah disepakati bersama, gaji, promosi, santunan, jaminan-jaminan dan sebagainya.
2. Memperlakukan semua karyawan secara adil
3. Memberikan fasilitas-fasilitas kepada karyawan, tempat ibadah, sekolah, rekreasi dan sebagainya.

• Macam-macam Perjanjian Kerja
1. Closed shop agreement, berlaku bagi pekerja/ buruh, yang telah tergabung menjadi anggota serikat (persatuan)
2. Union shop agreement, mengharuskan kepada para pekerja untuk menjadi anggota serikat dalam periode waktu tertentu sesudah mereka bekerja
3. Open shop agreement, memberikan kebebasan kepada para anggota untuk menjadi atau tidak anggota serikat

• Konflik dalam Hubungan Kerja
Penyelesaian konflik ini dapat dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut :
1. Diselesaikan oleh mandor (foreman) sebagai wakil perusahaan, bersama dengan wakil buruh dalam bagian itu
2. Antara kepala bagian dengan wakil buruh bagian yang bersangkutan
3. Oleh manajer sebagai wakil perusahaan dan wakil serikat buruh perusahaan tersebut
4. Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan tingkat Daerah (P4D), atau tingkat pusat (P4P).
5. Oleh Dewan Arbitrasi.

• Peranan Dalam Pemecahan Konflik
Terdapat 3 macam cara pemecahan konflik dengan menggunakan perantara, yakni :
1. Konsiliasi
2. Mediasi
3. Arbitrasi
Macam-macam Arbitrasi :
1. Arbitrasi sukarela (voluntary arbitration)
2. Arbitrasi paksaan (compulsory arbitration)
3. Arbitrasi otomatis (automatic arbitration)

• Lembaga-lembaga BIPARTITE dan TRIPARTITE
Lembaga bipartite : setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan merupakan tanggungjawab kedua belah pihak yaitu, pihak buruh dan pengusaha dan harus diselesaikan oleh mereka sendiri.
Lembaga tripartite : setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan adalah merupakan tanggungjawab buruh, pengusaha dan masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh Pemerintah.

• Mencegah Konflik
1. Melaksanakan lembaga keluhan (grievance) dengan baik
2. Mengadakan survey gairah kerja (morale) secara rutin
3. Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling)
4. Mengikut-sertakan buruh dalam pengambilan keputusan.

Minggu, 14 November 2010

Produksi dan Produktivitas

PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS

Pengertian
Produksi adalah pengubah bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen. Hasil tersebut dapat berupa barang ataupun jasa. Jadi, dengan cara ini pedagangan besar, pengecer, dan lembaga-lembaga yang menyediakan jasa juga berkempentingan di dalam produksi. Perusahaan bisnis adalah sebuah organisasi atau lembaga yang merubah keahlian dan material menjadi barang atau jasa untuk memuaskan para pembeli, serta diharapkan akan memperoleh laba untuk para pemilik.
Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energi, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut.

Produksi
Tanggung jawab manajer produksi adalah membuat keputusa-keputusan penting untuk mengubah sumber menjadi hasil yang dapat di jual. Dua macam keputusan yang diperlukan akan menjadi topik pada pembahasan selanjutnya. Keputusan tersebut adalah :
• Keputusan yang berhubungan dengan disain dari sistem produksi manufaktur.
• Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan pengendalian sistem tersebut baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek.


Sistem Produksi Manufaktur

Beberapa keputusan untuk jangka panjang yang menentukan disain sistem produksi adalah tentang :
a. Disain produksi dari barang yang di proses
b. Pemilihan atau penentuan peralatan dan prosesnya.
c. Disain tugas
d. Lokasi dari fasilitas produksi
e. Layout dari fasilitas tersebut

Keputusan-keputusan yang kompleks tersebut sangat berkaitan dengan proses pengolahan yang dapat di golongkan menurut 3 macam cara :
1. Sifat proses produksi
Proses produksi dapat dibedakan menjadi 4 macam yakni :
a. Proses ekstraktif adalah suatu proses produksi yang mengambil bahan-bahan langsung dari alam. Misalnya : proses penambangan batu bara, bijih besi, bijih emas, pengeboran minyak.
b. Proses analitik adalah suatu proses pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir menyerupai bentuk atau jenis aslinya.
c. Proses fabrikasi adalah suatu proses yang mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk.
d. Proses sintetik adalah metode pengkobinasian beberapa bahan kedalam suatu produk. Misaalnya baja, gelas, kaca.

2. Jangka Waktu Produksi
Proses produksi di golongkan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Proses terus-menurus digunakan untuk menunjukan suatu keadaan manufaktur dimana periode waktu yang lama di perlukan untuk mempersiapkan mesin dan peralatan yang akan di pakai.
b. Proses terputus-putus ini terdapat dalam keadaan manufaktur dimana mesin-mesin itu beroprasi dengan mengalami beberapa kali berhenti dan dirancang lagi untuk membuat produk lain yang berbeda.


3. Sifat produk
Proses produk dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
a. Proses standard
Penggunaan proses standard ini memerlukan sejumlah modal yang besar untuk :
• Memelihara sejumlah persediaan.
• Menyediakan fasilitas penyedian penyimpanan yang memadai.
• Menanggung resiko kemungkinan turunya harga pasar, kebakaran, pencurian.
b. Produksi pesanan ini muncul atau digunakan bilamana para pembeli menghendaki adanya spesifikasi tertentu dari produk yang diinginkan sedangkan kemampuan produksinya sangat terbatas.


KEGIATAN PRODUKSI
Gambaran Sekilas

Dalam hal ini masalah-masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah :
• Perencanaan produksi
Faktor produksi adalah menciptakan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada waktu harga dan jumlah yang tepat. Perencanaan produksi meliputi keputusan-keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah-masalah pokok yang meliputi :
• Jenis barang yang akan dibuat
• Jumlah barang yang akan di buat
• Cara pembuatan
Perencanaan jenis barang yang akan di buat terdiri atas 4 tahap, yaitu :
• Penentuan disain awal yang berupa disain spesifikasi dan syarat-syarat yang harus di penuhi.
• Penentuan disain barang yang tepat
• Penentuan cara pembuatan yang berupa penetuan urutan proses produsi, tempat kerja dan peralatan yang dipakai.
• Usaha memodifikasi tahap ketiga yang disesuaikan dengan layout, tuntutan kualitas dan mesin/peralatn yang tersedia.

• Organisasi Produksi

Dalam perusahaan manufaktur tanggung jawab untuk memproduksi barang berada pada bagian produksi. Di dalam bagian tersebut terdapat para spesialisasi yang ahli dalam perencanaan, supervisi atau pelaksanaan tahap-tahap dalam produksi.

• Pengendalian produksi
Pengendalian produksi adalah serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif ke dalam satu aliran dimana aliran tersebut akan memberikan hasil dengan gangguan minimum ongkos terendah, dan kemungkinan waktu tercepat.
a. Jenis-jenis pengendalian Produksi
Ada dua macam pengendalian produksi, yaitu :
• Order control digunakan oleh perusahaan manufaktur yang beroperasi hanya pada waktu menerima pesanan-pesanan dari pembeli.
• Flow control digunakan dalam pabrik-pabrik yang berproduksi untuk persedian dan dimaksudkan untuk mempercepat pengiriman barang jadi dari tempat persediaan begitu pesanan pembeli diterima.

b. Tahap-tahap dalam pengendalian produksi
Tahap-tahap atau fungsi-fungsi dalam pengendalian produksi ada 4, yaitu :
• Perencanaan
• Routing
• Sceduling
• Dispatching

• Pengendalian persediaan bahan baku

Bahan baku merupakan masalah yang cukup dominan dibidang produksi. Persedian dalam jumlah yang besar mengandung banyak resiko, seperti :
a. Resiko hilang dan rusak
b. Biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi
c. Resilo usang
d. Uang yang tertanam di persediaan terlalu besar

Jumlah pemesanan yang ekonomis dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :
a. Jumlah bahan baku per tahun
b. Biaya pemesanan
c. Biaya penyimpanan
d. Harga bahan baku

• Pemeliharaan peralatan
Kerugian yang di derita oleh perusahaan karena kelalaian mengadakan pemeliharan peralatan disebabkan antara lain :
• Kerusakan peralatan yang cukup parah sehingga menyebabkan biaya perbaikan menjadi mahal.
• Kerugian karena berhentinya sebagian atau keseluruhan kegiatan produksi
• Kerugian karena keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen sehingga menyebabkan turunya pendapatan perusahaan.
• Perusahaan terpaksa harus membayar claim karena penyerahan yang tidak tepat.
• Menimbulkan keengganan para pelanggan untuk kembali memesan ke perusahaan karena di anggap tidak menepati janji.
Pada umumnya biaya pemeliharaan itu dari tahun ketahun selalu cenderung naik. Hal ini disebabkan 3 hal berikut :
• Selalu terdapat kenaikan yang ajeg pada kecepatan pengoperasian peralatan, ketepatan toleransi dan spesifikasi produk yang di buat.
• Adanya kecenderungan untuk memasang alat kontrol otomatis dan alat-alat bantu lainnya, sebagai akibat dari perkembangan teknologi.
• Peralatan baru biasanya lebih mahal karena adanya pengaruh perubahan harga dan perkembangan peralatan itu sendiri, dan agar supaya kenaikan biaya tidak merubah unit cost terlalu menyolok, maka mesin baru diusahakan untuk dapat bekerja lebih lama, lebih produktif atau justru keduanya.
Organisasi Pemeliharaan Peralatan
a. Di desentralisir menurut pusat biaya atau departemen
Keuntungan-keuntungan cara desentralisasi ini antara lain :
• Tenaga mekanik akan mengerti betul penggunaan dan karakteristik alat-alat yang harus mereka pakai.
• Mempermudah pimpinan mengarahkan orang-orang untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang harus cepat selesai.
• Kontrol pemeliharaan dapat lebih ditingkatkan sehingga perbaikan-perbaikan besar dapat lebih diperkecil.
Sedangkan kelemahannya adalah :
• Fleksibelitas sangat rendah
• Terdapatnya tenaga kerja

b. Sentalisasi
Keuntungan-keuntungan cara ini antara lain :
• Tidak terdapat duplikasi alat-alat dan tenaga kerja dan persedian suku cadang.
• Fleksibelitas tinggi.
Kelemahanya adalah :
• Memerlukan tenaga kerja yang dapat menangani berbagai bidang atau memerlukan tenaga spesialisasi cukup banyak.
• Memerlukan perencanaan peraturan jadwal waktu dan pembagian tugas yang efektif agar pemeliharaan dapat dilaksanakan dengan efesien.
• Sulit untuk menetapkan pembagian tugas dengan baik pada pekerjaan-pekerjaan yang harus didahulukan dan diselesaikan dengan segera.
• Beban pekerjaan bagian pemeliharaan semakin berat.
Program pemeliharaan peralatan antara lain :
1. Penyusan perencanaan yang meliputi penentuan tugas-tugas yang akan dilakukan prioritasnya dan tenaganya.
2. Mengatur jadwal waktu dan beban pekerjaan sesuai dengan skala prioritasnya.
3. Mengatur kartu perintah kerja dan kartu-kartu pemeliharaan setiap peralatan untuk mengawasi keajegan pemeliharaan dan suku cadang yang pernah diganti.
4. Mengatur penggunaan suku cadang dengan memakai kartu kendali.
5. Mengatur pelatihan dengan metode-metode yang mungkin dilaksanakan.
6. Mengatur distribusi waktu kapan peralatan akan diperbaiki.

• Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
Terdapat 4 tahap dalam pengawasan kualitas antara lain :
1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar.
2. Tahap penentuan disain tehnis untuk mencapai target tuntutan pasar.
3. Tahap pembuatan, beberapa pengawasan kualitas bahan yang dipakai dan operasi produksi.
4. Tahap penggunaan dilapangan.
Bagan Pengawasan
Pada dasarnya penyimpanan yang sering terjadi dalam proses industri dibagi menjadi 2 kategori yaitu :
1. Penyimpanan-penyimpanan yang tidak dapat di tentukan, biasanya sangat kompleks akan tetapi tidak begitu berarti bagi total penyimpanan yang terjadi karena frekuensinya yang terlalu kecil.
2. Penyimpanan-penyimpanan yang dapat ditentukan, yang pada umumnya disebabkan karena :
• Perbedaan-perbedaan antar para pekerja.
• Perbedaan-perbedaan antara mesin-mesin.
• Perbedaan-perbedaan antara bahan baku.
• Perbedaan-perbedaan antara dua atau tiga faktor yang disebutkan diatas.

LOKASI DAN LAYOUT PABRIK
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi Pabrik
Ada bebrapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan tempat untuk pabrik baru, yaitu :
• Dekat dengan pasar, misalnya pabrik roti basah.
• Dekat dengan bahan baku, misalnya pabrik semen.
• Ongkos transport, misalnya pabrik mobil.
• Penyediaan tenaga kerja, misalnya pabrik roko
• Penyedian sumber tenaga/energi.
• Lingkungan sekitar.
• Iklim.

Cara Penentuan Lokasi Pabrik
a. Cara Kualitatif
Faktor yang dinilai meliputi :
• Bahan baku
• Tenaga kerja
• Fasilitas tenaga listrik
• Transportasi
• Pasar
b. Cara kuantitatif
Terdapat 2 macam cara kuantitatif yaitu :
1. Cara yang sederhana
2. Cara yang kompleks

Layout Fasilitas Produksi
Adapun tujau-tuan pokok dari layout pabrik yaitu :
• Untuk meminimumkan biaya pengangkutan dan penanganan.
• Untuk mempercepat dan melancarkan arus bahan-bahan
• Untuk mendapatkan penggunaan ruang yang efisien baik bagi karyawan maupun penyimpanan.

Layout dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Procces Layout merupakan pentusunan proses produksi dimana mesin-mesin yang mempunyai fungsi sama ditempatkan pada tempat yang tertentu.
2. Product Layout merupakan pengaturan mesin-mesin dalam pabrik sesuai dengan arus proses produksinya.


sumber : Dr.Basu Swastha DH., SE., MBA.
IBNU Sukotjo W. SE.

Senin, 01 November 2010

pemasaran

PEMASARAN
PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN
• Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha dari yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensi.

• Penciptaan Faedah dan Bagi Konsumen
Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan. Perusahaan dapat menciptakan lima faedah, yakni faedah bentuk (form utility), faedah waktu (time utility), faedah tempat (place utility), faedah milik (ownership utility) dan faedah informasi (information utility). Dari kegiatan faedah tersebut, kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah, yaitu faedah waktu, faedah tempat, faedah milik dan faedah informasi. Sedangkan faedah bentuk diciptakan oleh kegiatan produksi.

• Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

• Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
 Pendekatan serba fungsi (funcional approach)
 Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
 Pendekatan serba barang (commodity approach)
 Pendekatan serba manajemen (manegerial approach)
 Pendekatan serba sistem (total sistem approach)


• Pendekatan serba fungsi
Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Ada pun fungsi pokok pemasaran adalah
1. Penjualan
Fungsi penjualan juga merupakan sumber pendapatan yang diperlukan untuk menutup ongkos-ongkos dengan harapan bisa mendapatkan laba. Jika barang-barang itu diproduksi atau dibeli untuk di jual maka harus diusahakan sejauh mungkin agar barang tersebut dapat dijual.
2. Pembelian
Fungsi pembelian bertujuan untuk memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual atau untuk digunakan dalam perusahaan dengan harga pelayanan dari penjual dan kualitas produk tertentu.
3. Pengangkutan
Pengangkutan merupakan fungsi pemindah barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang yang dikonsumsi.
4. Penyimpanan
Penyimpanan merupakan fungsi menyimpan barang-barang pada saat barang selesai di produksi sampai pada saat barang di konsumsi. Adapun alasan-alasan untuk mengadakan penyimpanan tersebut adalah
• Produksi bersifat musiman, sedangkan konsumen bersifat terus-menerus, miasalnya: buah-buahan, beras, dan sebagainya.
• Konsumsi bersifat musiman, sedangkan produksi terus-menerus sepanjang tahun, misalnya : payung, jajas hujan.
• Spekulasi yaitu dengan membeli dan menimbun barang-barang untuk dijual pada waktu harga sydah naik.
• Menyetabilkan harga yaitu dengan jalan membeli dan menimbun barang-barang pada waktu barang berlimpah-limpah sehingga harganya rendah.
• Penyimpanan memungkinkan pembelian dalam jumlah yang besar dan pembelian dalam jumlah besar untuk memperoleh potongan harga, biaya angkut per unit lebih rendah.
5. Pembelanjaan
Pembelanjaan adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern guna menyelenggarakan kegiatan pemasaran.
6. Penanggungan Risiko
Penanggungan risiko adalah fungsi menghindari dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan pemasaran barang. Tiap-tiap perusahaan menghadapi macam-macam resiko, antara lain :
a. Risiko yang ditimbulkan oleh alam
b. Risiko yang ditimbulkan oleh manusia
c. Risiko yang ditimbulkan oleh pasar
Adapun cara-cara untuk mengurangi risiko, khususnya risiko kebakaran dan pencurian :
a. Memperkecil jumlah persedian barang
b. Dengan mengusahakan fasilitas penyimpanan yang baik dan kuat.
c. Dengan mengasuransikan barang-barang yang disimpan.
7. Standardisasi dan Grading
Standardisasi adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang-barang hasil manufaktur kadang-kadang juga disebut normalisasi. Grading adalah usaha menggolong-golongkan barang kedalan golongan standart kualitas yang telah mendapat pengakuan dunia perdagangan.
8. Pengumpulan Informasi Pasar

• Pendekatan Serba lembaga
Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga tersebut adalah
 Penyedian bahan atau suplier yang menyediakan bahan kepada produsen.
 Produsen yang mengolah bahan menjadi barang jadi.
 Perantara perdagangan
 Perantara agen.
 Perusahaan saingan.
 Pembeli akhir.


• Pendekatan Serba Barang
Pendekatan serba barang atau disebut juga pendekatan organisasi industri merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.

• Pendekatan serba Manajemen
Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasaran dengan menitikberatkan pada pendapat manajer serta keputusan yang mereka ambil. Jadi pendekatan ini mempelajari dan menekankan masalah-masalah pemasaran yang dihadapi oleh produsen sebagai kekurangan dari aspek lain tentang aspek pemasaran.

• Pendekatan Serba Sistem
Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.

STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Kepala sub bagian perencanaan pemasaran dan pelayanan alat penunjang bertangung jawab terhadap masalah-masalah : perencanaan dan perdagangan barang, periklanan, riset pemasaran, analisis dan pengawasan penjualan, anggaran penjualan, peramalan penjualan, perencanaan saluran, teritorial,dan kuota, pengawasan persedian, penjadwalan produksi, serta distribusi fisik. Sedangkan kepala sub bagian penjualan umum bertanggung jawab terhadap masalah-masalah : penjualan lapangan, dan kegiatan kantor penjualan termasuk servis langganan dan sevis barang.

PASAR
• Pengertian Pasar
Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakan. Dari definisi tersebut dapatlah diketahui adanya tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar, yakni :
• Orang dengan segala keinginannya.
• Daya beli mereka
• Kemauan untuk membelanjakan uangnya.

• Macam-macam Pasar

1. Pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk di konsumsi, bakannya di jual atau di proses lebih lanjut.
2. Pasar industri adalah pasar yang terdiri atas individu-individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang-barang untuk di pakai lagi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memproduksi barang yang kemudian di jual.
3. Pasar penjualan adalah suatu pasar yang terdiri atas individu-individu dan organisasi yang membeli barang-barang dengan maksud untuk dijual lagi atau disewakan agar mendapatkan laba.
4. Pasar pemerintah adalah pasar dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintah seperti departemen-departemen, direktorat, kantor-kantor dinas, dan instansi lain.

• Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan yang membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.

MARKETING MIX DAN PRODUK
• Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yakni produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.

• Pengertian Barang
Barang adalah suatu sifat yang kompleks baik yang dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.

• Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakain dan kekongkritannya
1. Barang Tahan Lama, barang-barang yang secara normal dapat berkali-kali, jadi dapat di pakai dalam jangka waktu yang cukup lama.
2. Barang Tidak Tahan Lama, brang-barang yang secara normal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali saja, artinya sekali barang itu di pakai akan habis, rusak, atau tidak dapat dipakai lagi.
3. Jasa, kegiatan, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.misalnya jasa reparasi, jasa potong rambut, dan jasa pendidikan.

• Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya Oleh si Pemakai
1. Barang konsumsi, barang-barang yang dibeli untuk di konsumsikan. Jadi pembeliannya adalah pembeli atau konsumen akhir, bukan pemakai industri, karena barang-barang tersebut tidak di proses lagi melainkan di pakai sendiri.
• Barang Konvenien, barang yang mudah dipakai, membelinya dapat disembarang tempat, dan pada tiap waktu.
• Barang Shoping, barang yang harus dibeli dengan mencari dahulu dan di dalam membelinya harus dipertimbangkan masak-masak.
• Barang spesial, barang yang mempunyai ciri khas, dan hanya dapat dibeli ditempat tertentu saja.
2. Barang Industri, barang-barang di beli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industri, baik secara langsung atau tidak langsung dipakai proses produksi.
• Bahan Baku, bahan pokok untuk membuat barang lain.
• Komponen dan barang setengah jadi, barang-barang yang sudah masuk dalam proses produsi dan diperlukan untuk melengkapi produk akhir.
• Perlengkapan operasi, barang-barang yang dapat digunakan untuk membantu lancarnya proses produksi maupun kegiatan-kegiatan lain di dalam perusahaan.
• Instalasi, alat produksi utama dalam sebuah pabrik atau perusahaan yang dapat dipakai untuk jangka waktu lama (termasuk barang tahan lama).
• Peralatan ekstra, alat-alat yang dipakai untuk membantu instalasi.

• Siklus Kehidupan Barang

1. Tahap perkenalan.
2. Tahap pertumbuhan.
3. Tahap kedewasaan.
4. Tahap kemunduran.

• Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbol atau disain atau rancangan, atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekolompok penjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang di hasilkan oleh pesaing.

SALURAN PEMASARAN
• Pengertian saluran distribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.

• Saluran Distribusi ganda
Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1. Jenis barang yang di pasarkan.
2. Produsen yang menghasilkan produknya.
3. Penyaluran yang bersedia ikut mengambil bagian.
4. Pasar yang dituju

• Perantara Saluran
Adapun jenis-jenis perantara yaitu :
1. Pedagangan Besar ,salah satu lembaga saluran penting, terutama untuk menyalurkan barang konsumsi.
2. Pengecer ,jenis-jenis pengecer yaitu general merchandise store, single-line store, specialty store.
3. Agen ,jenis-jenis agen yaitu agen penjualan, agen pembelian, dan agen pengangkutan.

sumber : DR.BASU SWASTHA DH.,SE.,MBA
(Pengantar bisnis modern)