Jumat, 22 Oktober 2010

DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI

DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI

Pengertian Organisasi

Menurut Boone dan Kurtz, organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Manajer harus menyusun suatu struktur organisasi formal yang orang-orang serta sumber-sumber fisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan. Definisi organisasi itu mencangkup tiga elemen pokok yaitu interaksi manusia, kegiatan mengarah pada tujuan, dan struktur.

Organisasi Formal dan Informal

• Organisasi formal
Organisasi formal adalah system tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Organisasi formal merupakan bagian yang dapat dilihat pada bagian organisasi, sedangkan informal tidak. Beberapa factor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalahg wewenang, tanggung jawab, pertanggung jawaban, delegasi dan koordinasi.
• Organisasi Informal
Organisasi informal merupakan suatu jaringan hubungan pribadi dan social yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. System komunikasi ini disebut system tanaman rambat. Informasi yang yang disampaikan dapat berlebihan, kurang tepat, kurang terpercaya, atau dapat juga terpercaya. Dalam kelompok kerja terdapat tiga category karyawan, yaitu :
 Anggota-anggota kelompok dalam (inner group)
 Anggota-anggota kelompok pinggir (fringe group)
 Anggota-anggota kelompok luar (out group)
Organisasi informal tidak selalu menyebabkan jeleknya pelaksanaan kerja. Kadang-kadang organisasi informal justru merupakan cara terbaik untuk memberikan informasi yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas.

Sentralisasi Vs Desentralisasi

Istilah desentralisasi dan sentralisasi sering dipakai dalam manajemen. Persoalannya adalah, seberapa besar wewenang itu harus didelegasikan oleh manajement keseluruh organisasi.
• Organisasi yang Disentralisasi
Beberapa kebaikan organisasi yang disentralisir adalah bahwa pengendalian yang lebih efektif dapat dilakukan, cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan, dan memungkinkan bagi seluruh unit untuk mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam.
Sedangkan keburukannya adalah jika perusahaan berkembang dengan pesat maka beban kerja pada eksekutif puncak menjadi terlalu banyak, organisasi yang disentralisir hanya member pengalaman sedikit kepad para manajer muda dalam pengambilan keputusan.
• Organisasi yang Didesentralisir
Manajemen yang didesentralisir merupakan suatu usaha yang sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. Didesentralisasi diterapkan dengan alas an yang berbeda, beberapa perusahaan mendesentralisir pengambilan keputusannya karena mengetahui bahwa kondisi dari pabrik ke pabrik berbeda.

Struktur Organisasi dan Penyusunannya
• Pembentukan Struktur Organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu :
1. Interaksi kemanusian
2. Kegiatan yang terarah ke tujuan
3. Struktur
Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan perusahaan sering bersifat luas dan tidak memberikan cirri kegiatan kerja secara individual.

Hierarki Tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan. Tujuan-tujuan yang lebih luas menyangkut pemampulabaan, penjualan, pangsa pasar, dan jasa.

Departementalisir
Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganilisisan kegiatan-kegiatan utama organisasi. Di kebanyakan perusahaan kegiatan berupa produksi, pemasaran, pembelanjaan, dan persoalan. Masing-masing kegiatan ditugaskan kedepartemen atau bagian yang berbeda dalam perusahaan termasuk manajer dan karyawannya.

Wewenang dan Tanggung jawab
Dengan tumbuhnya organisasi manajer harus menegaskan sebagian kegiatannya kepada bawahannya agar dapat mencurahkan waktunya pada fungsi-fungsi manajerial. Tindakan menugaskan kegiatan kepada bawahan ini disebut pendelegasian.

Berapa banyak bawahan yang harus ada di bawah seorang manajer ?
Salah satu alasan untuk departementralisasi adalah terbatasnya jumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh manajer disamping juga jumlah bwahan yang dapat disupervisi secara evektif. Rentangan pengendalian merupakan jumlah optimal bawahan yang dapat dikelola oleh seorang manajer.
Fakto-faktor kritis dalam melakukan rentangan pengendalian yang optimal adalah
1. Jenis pekerjaan
2. Pelatihan karyawan
3. Kemampuan manajer
4. Efektifitas komunikasi

Menghindari pertumbuhan organisasi yang tidak perlu
Dengan meningingkatnya kekomplekan dan ukuran organisasi muncul kecenderungan untuk menambah personalia atasan dan spesialis. Kecenderungan ini bersifat alami yang dapat terjadi dalam desentralisasi dan para manajer mengetahui bahwa rentangan pengendalian mereka terbatas.

• Bentuk-bentuk strukur organisasi
Dalam suatu organisasi dengan segala kegiatannya terdapat hubungan di antara orang-orang yang menjalankan aktivitas tersebut makin banyak kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi, makin kompleks pula hubungan yang ada.Bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsi. Bagan yang dimaksud dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi. Macam-macam struktur organisasi yaitu organisasi garis, organisasi garis dan staf, organisasi fungsional, dan organisasi komite dan matrik.

• Organisasi Garis

a. Kebaikan Organisasi Garis
• Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
• Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan sebaba tidak perlu membicarakannya dengan orang lain.
• Pimpinana dapat lebih cepat dalam memberikan perintah, sebab perintah tersebut dapat diberikan langsung pada bawahan.
b. Keburukan Organisasi Garis
• Sering terdapat birorkasi yang menghambat jalannya perusahaan
• Tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petugas sehingga kurang efisien.
• Kurangnya kerjasama di antara masing-masing bagian.



• Organisasi Garis dan Staf

a. Kebaikan Organisasi garis dan Staf
• Kepemimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus di luar bagiannya.
• Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan memperingan pekerjaan dan meningkatkan efesiensi kerja.
• Staf dapat mendidik para petugas.

b. Keburukan Organisasi dan Staf
• Kadang-kadang staf tidak lagi memberi saran tetapi perintah, sehingga dapat menimbulkan pertentangan dengan manajer pada bagian yang bersangkutan.
• Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf daripada atasannya.
• Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.

• Organisasi Fungsional

a. Kebaikan Organisasi Fungsional
• Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya sehingga terdapat keserasian antara tugas dan keahliannya.
• Tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan adanya pembagian fungsi.
b. Keburukan Organisasi Fungsional
• Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
• Tidak ada hubungan garis secar langsung dengan atasan.
• Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi.




• Organisasi Komite

Untuk membentuk komite haruslah memperhatikan syarat-syarat berikut ini :
1. Suasananya santai dan bersifat informal
2. Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam mermbicarakan tuigas-tugasnya.
3. Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.

a. Kebaikan Komite
• Merupakan sebuah forum untuk saling bertukar pendapat diantara beberapa anggota.
• Keputusan ditentukan bersama-sama sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik.
• Menciptakan koordinasi yang lebih baik.
b. Keburukan Komite
• Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing-masing anggota sibuk dengan pekerjaannya.
• Keharusan untuk berkompromi.
• Sering menimbulkan kesimpangan siuran dalam organisasi.

• Organisasi Matrik
a. Kebaikan Organisasi Matrik
• Luwes
• Memberikan metode untuk memusarkan perhatian pada masalah-masalah utama yang spesifik atau persoalan-persoalan teknis yang unik.
• Memberikan alat inovasi tanpa menggangu struktur organisasi yang ada.
b. Keburukan Organisasi Matrik
• Beberapa masalah dapat muncul karena pendekatan ini melangar prinsip persatuan perintah yang tradisional.
• Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian-bagian yang berbeda.
• Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan majer-majer bagian lain.
Perilaku Organisasi
• Kelompok Kerja
Kelompok kerja merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama mempunyai pekerjaan serupa dan melihatdiri meereka sebagai satu kelompok.
• Motivasi
Motivasi merupakan motiv intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan.
• Pekerja dan Sikap Jabatan
• Kepemimpinan
Dalam perusahaan, kepemimpinan berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pengarahan.

Minggu, 17 Oktober 2010

manajemen umum

MANAJEMEN UMUM

Arti dan fungsi Manajemen
Manajemen adalah ilmu dan seni merancanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi serata mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari definisi tentang manajemen tersebut, dapatlah diambil keseimpulan bahwa manajemen memiliki lima fungsi yaitu :
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan

Kelima macam fungsi manajemen ini sngat penting didalam menjalankan semua kegiatan. Semua ini dimaksudkan agar kegiatan apapun yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut perlulah dibuat perencanaan terlebih dahulu. Secara garis besar, perencanaan ini menggambarkan tentang :
1. Apa
2. Bagaimana
3. Mengapa
4. Kapan akan dilakukan

Jenjang Manajemen
Perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai paling sedikit tiga jenjang manajemen. Ketiga jenjang tersebut adalah manajemen puncak atau manajemen eksekutif, manajemen madya atau manajemen administrative, dan manajemen operasional atau manjemen supervisor. Masing-masing jenjang dari piramida manajemen itu memberikan porsi yang berbeda-beda pada keputusan-keputusan pokok.
a) Manjemen Puncak
Jenjang tertinggi adalah manajemen puncak, sering disebut manajer senior atau eksekutif kunci. Biasanya mempunyai berbagai pengalaman bertahu-tahun. Manajemen puncak ini bertugas menyusun rencana umum perusahaan dan mengambil keputusan-keputusan penting tentang hal-hal seperti penggabungan (marger), produk baru, dan pengeluaran saham.
b) Manajemen Madya
Manajemen ini meliputi pimpinan pabrik atau manajer devisi. Para manajer ini memiliki tanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi yang dilaksanakan rencana-rencana umum dari majer puncak.
c) Manajemen Operasional
Manajemen ini merupakan jenjang terendah dalam piramida, tugasnya menyangkut perencanaan yang dibuat oleh supervisor garis pertama karena mereka bertanggung jawab melakuakan supervise kepada para karyawan yang mengerjakan kegiatan harian.

Sekolah-sekolah Tentang Pemikiran Manajemen
Dari beberapa sekolah tentang pemikiran manjemen yang muncul, kita akan membahas lima, yaitu ;
1) Sekolah klasik
Sekolah klasik telah memberikan fungsi-fungsi manajemen primer yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Masing-masing fungsi tersebut dapat dibagi kedalam sub-sub fungsi.
2) Sekolah Perilaku
Sekolah pelaku juga yang disebut dengan leadership, human relation, atau behavioral sciences school of manajemen, telah menjadi popular dalam tahun 1950an. Sekolah ini memusatkan perghatian pada aspek kemanusian dari manajemen dan penekanan kebutuhan bagi para manajer untuk memahami manusia.sekolah ini menarik beberapa disiplin seperti psikolog dan sosiologi sebgai dari latar belakang pendidikan manajer.

3) Sekolah ilmu manajemen
Sekolah ini melibatkan matematik dan statistk. Model-model mtematis digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian. Ilmu manajemen merupakan suatu pendekatan kuantitatif yang memberikan alat untuk menyelesaiakan masalah-masalah bisnis.
4) Analisis Sistem
Analisis system menawarkan suatu alat untuk melihat kegiatan intern dan ekstern dari perusahaan. Analisis system ini berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan semua komponen secara bersama-sama. Analisis system merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka.
5) Manajemen Hasil atau MBO
MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan penendalian karyawan. Ini juga merupakan suatu falsafat manajemen yang menunjukan nilai tujuan pelaksanaan.

PERENCANAAN
Perencanaan merupakan fungsi terpenting diantara semua fungsi manajemen yang ada. Dalam semua kegiatan yang bersifatv manajerial untuk mendukung usaha-usaha pencapaian tujuan, fungsi perencanaan haruslah dilakukan terlebih dahulu daripada fungsi-fungsi pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan.

Bentuk-bentun Perencanaan
a) Tujuan (objektif )
Tujuan merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b) Kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.



c) Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat. Perlunya diadakan penyesuain ini disebabkan oleh adanya berbagai macam reaksi. Oleh karena itu dalam membuat stategi haruslah memperhatikan beberapa factor seperti ketepatan waktu, ketepatan tindakan yang akan dilakukan dan sebagainya.
d) Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian atau tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang. Jadi prosedur ini menitik beratkan pada suatu tindakan.
e) Aturan (rule)
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur. Aturan-aturan yang saling berkaitan dapat dikelompokan menjadi satu golongan disebut prosedur.
f) Program
Program merupakan campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget),semuanya ini akan menciptakan adanya tindakan.

Kegunaan Perencanaan
a) Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang
b) Mengarah perhatian pada tujuan
c) Memperingan biaya
d) Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan
Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan
1) Menetapkan tujuan
2) Menyusun anggapan-anggapan
3) Menentukan berbagai alternative tindakan
4) Mengadakan pernilaian terhadap alternative-alternatif tindakan yang sudah dipilih
5) Mengambil keputusan
6) Mendukung rencana pendukung

Perencanaan Merupakan proses Pendekatan yang Rasional
Proses pendekatan yang rasional dari suatu perencanaan dengan mengbungkan antara waktu dan kemajuan yang dapat dicapai tanpa mengabaikan berbagai anggapan kritis.

Jangka Waktu Perencanaan
Menurut jangka waktunya perencanaan dapat dikelompokan menjadi tiga golongan yakni:
a. Perencanaan jangka panjang
b. Perencanaan jangka menengah
c. Perencanaan jangka pendek

Factor-faktor yang membatasi Perencanaan
a. Sulitnya mencari anggapan secara teliti
b. Perubahan yang sangat cepat
c. Kekakuan internal :
• Kekakuan psikhologis
• Kekakuan karena adanya prosedur dan kebijakan
• Kekauan sumber daya dan dana
d. Kekauan eksternal
e. Waktu dan biaya

Pengambilan Keputusan
a. Syarat pengambilan keputusan
• Harus berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan positif
• Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai berserta segala kekurangannya.
b. Alat pengambilan keputusan
• Analisa resiko
• Pohon keputusan

PENGORGANISASIAN
Pengertian
Setiap organisasi memiliki tiga komponen pkok yaitu personalia, fungsi dan factor-faktor fisik yang kesemuanya ini merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang telah diciptakan. Jadi komponen-komponen tersebut mencerminkan adanya melaksanakan tugas dan adanya perlatan yang dapat digunakan untuk melaksanakan tgas tersebut.
Dengan demikian fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi personalia dan factor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan. Hubungan-hubungan yang timbul didalam organisasi dapat berbentuk hubungan formal dan hubungan informal. Dalam hubungan formal terdapat tiga hubungan dasar yaitu tanggung jawab, wewnang, dan pertanggung jawaban.

Rentangan Kekuasaan
Banyak sedikitnya frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain :
• Latihan dari bawahan
• Pendelegasian wewenang
• Perencanaan
• Teknik komunikasi

Dasar-dasar Penggolongan Bagian Didalam Organisasi
Pengelompokan menjadi bagian-bagian di dalam sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa factor berikut ini :
 Didasarkan pada suatu angka
 Di dasarkan pada waktu
 Didasarkan pada fungsi perusahaan
 Di dasarkan pada luas daerah operasi
 Didasarkan pada jenis barang yang dihasilakn
 Didasarkan pada jenis langganan

Karaterisik struktur organisasi
Bentuk-bentuk struktur organisasi seperti garis, garis dan staf, fungsional serta komite mempunyai cirri-ciri yang berbeda. Namun demikian setiap struktur organisasi yang baik harus memiliki dua karakteristik, yaitu :
a. Keseimbangan dalam organisasi
Sebuah organisasi dapat dikatakan seimbang bilamana masing-masing bagian fungsi dialokasikan modal dan tenaga kerja yang sesuai dengan sumbangannya terhadap pencapian tujuan.
b. Fleksibel
Fleksibilitas merupakan kemampuan diri dari struktur organisasi untuk menyesuaikan diri terhadap semua perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan kegiatan, perubahan jumlah karyawan, perubahan formasi jabatan, dan sebagainya.

PENGARAHAN
Prinsip-prinsip pengarahan
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secra efektif serta efisien untuk mencapai tujuan.
Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda memiliki pandangan serta pola hidup yang berbeda pula. Oleh karena itu yang dilakukan pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip yaitu :
• Prinsip Mengarah kepada tujuan
• Prinsip Keharmonisan dengan tujuan
• Prinsip Kesatuan Komando

Cara-cara pengarahan
• Oriantasi
Orientasi merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu agar supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik.

• Perintah
Perintah merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada dibawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu. Adapun perintah yang diberikan kepada bawahan dapat berupa :
 Perintah umum dan khusus
 Perintah lisan dan tertulis
 Perintah formal dan informal
• Delegasi Wewenang
Pendelegasi wewenang bersifat lebih umum jika dibandingkan dengan pemberian perintah.

Komunikasi
• Komunikasi terdapat hubungan antara orang dengan orang orang dengan lembaga, dan sebaliknya.
• Hubungan yang timbul di dalam komunikasi itu digunakan untuk menyalurkan gagasan, terdapat atau informasi.
• Komunikasi berguna untuk menciptakan hubungan yang serasi dan menciptakan saling mengerti.

Prinsip-prinsip Komunikasi
1. Komunikasi Harus Jelas
2. Prinsip Intergritas
3. Prinsip Penggunaan oraganisasi Informal

Motivasi
Motivasi dibagi menjadi dua yaitu motivasi positif dan motivasi negative.





PENGKOORDINASIAN
Prinsip-prinsip Koordinasi
Koordinasi antar bagian dan antar individu di dalam organisasi akan dapat tercapai bilama diikuti dengan tiga prinsip berikut ;
• Prinsip Kontak Langsung
• Prinsip penekanan pada pentingnya Koordinasi
• Hubungan timbale balik di antara factor-faktor yang ada

Pelaksanaan fungsi koordinasi
a. Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi.
b. Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi.

PENGAWASAN
Pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan.

Langkah-langkah Pengawasan
a. Menciptakan Standard
b. Memandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard
c. Melakukan Tindakan Koreksi

Syarat-syarat Pengawasan yang Baik
a. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan.
b. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpanan yang terjadi dengan segera
c. Pengawasan harus mempunyai pandangan kedepan
d. Pengawasan harus obyektif, teliti sesuai dengan standard yang digunakan.
e. Pengawas harus luwes/fleksibel
f. Pengawas harus ekonomis

Sabtu, 09 Oktober 2010

Lingkungan Perusahaan

LINGKUNGAN PERUSAHAAN

Pengaruh Lingkungan terhadap Perusahaan

Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia. Masyarakat menuntut kepada perusahaan-perusahaan untuk mengemban tanggung jawab seperti itu lebih bsar dari sebelumnya. Penentuan seberapa jauh perusahaan harus mengarah kepada tujuan-tujuan ekonom.

Istilah tanggung jawab social menunjukan pertimbangan manjemen tentang pengaruh-pengaruh social disamping juga pengaruh ekonomi dean keputusan-keputusannya. Tanggung jawab tersebut mencangkup hal-hal seperti bidang kesehatan, informasi konsumen, praktek tanpa diskriminasi, dan pemeliharaan lingkungan fisik.

Pengertian Lingkungan Fisik

Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencangkup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, social, etika-hukum, dan ekologi.

Perusahaan dalam Masyarakat yang Pluralistik

Perusahaan sangat tergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan sangat berpengaruh pada cara kegiatan serta pelayanan perusahaan tersebut. Oleh karena itu perusahaan harus menjaga hubungan baik dengan kelompok atau pihak-pihak yang berkepentingan. Masyarakat pluralistic adalah kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Dalam masyarakat pluralistic, terhadap banyak pusat kekuatan masing-masin mempunyai sifat mandri. Pluralism mencerminkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.

Kesan Negatif Tentang Perusahaan

Kritik terhadap perusahaan tidak hanya terbatas pada pertimbangan ekonomi, moral, etik, dan politik saja. Tetapi juga menyangkut lingkungan fisik, limbah kimia yang bebahaya bagi kehidupan dibuang begitu saja kesungai. Polusi udara juga meningkat, bahkan belum lama ini di Jakarta telah ditemukan bahwa kandungan carbon monoxida dalam air hujan cukup banyak. Sehingga masyarakat Jakarta di anjurkan untuk tidak menggunakan air hujan sebagai air minum.

Usaha-usaha untuk Memperbaiki Kesan Negatif

Untuk memperbaiki adanya kesan-kesan negative dari masyarakat terhadap perusahaan, tentunya perusahaan harus tidak menciptakan masalah-masalah yang negative serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat yang efektif. Kegiatan humas yang baik harus dapat menciptakan komunikasi dua arah yang serasi antar perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat, bukannya hanya berpropaganda saja.

Lingkungan Fisik, Energi, dan Konservasi

 Ekologi

Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :

1. Semakin meningkatkannya konsentrasi penduduk
2. Perkembangan teknologi baru
3. Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi

Tujuan-tujuan ekologis memang sangat penting. Tetapi, persoalan rilnya adalah menyangkut apakah kita dapat mengkoordini tujuan-tujuan tersebut dengan tujuan tersebut dengan tujuan ekonomi lainya.

 Macam-macam Polusi

Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam dimana kita hidup dan bekerja.

1. Pencemaran Udara
Meskipun belum ada suatu penelitian yang mendalam tentang intensitas polusi udara ini, namun dapat diperkirakan bahwa sebagian besar pencemaran udara diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor mengingat jumlah kendaraan bermotor.
Polusi udara ini menimbulkan dampak negative yang biasanya dikaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan. Kita dapat membyangkan bilamana seseorang didalam garasi tertutup menghidupkan mesin mobil. Maka lama kelamaan orang tersebut orang tersebut mengalami sesak napas dan dapat menjadi lemas atau bahkan meninggal karena terlalu banyak menghirup gas karbon.

2. Pencemaran Air
Cukup banyak kasus pencemaran air di Indonesia yang berasal dari berbagai macam sumber, seperti lingkungan industry, pemukiman, dan lingkungan pertanian. Pengunaan pupuk yang mempunyai kandungan nitrat cukup besar dapat menyebabkan polusi air baik di permukaan maupun dibawah tanah.

3. Pencemaran Sampah Awet
Didunia ini hanya ada tiga macam tempat pembuangan sampah yaitu bumi, air, dan angkasa. Manajemen yang baik menyangkut pembuangan sampah ketiga tempat tersebut sangat berpengaruh pada kesehatan lingkungan masyarakat.

 Energi dan Konsevasi

Di Indonesia sumber energy minyak bumi sudah lama digunakan di samping batu bara dan air. Kemudian muncul penggunaan gas alam yang juga dihasilkan di dalam negeri dan akhir-akhir ini sudah mulai di kembangkan penggunaan tenaga nuklir.
Dari sumber energy tersebut kiranya energy matahari dapat membberikan prospek oenggunaan yang baik di masa depat mengingat bahay yang hamper tidak ada.

Lingkungan Perekonomian dan Perpajakan

Alasan-alasan bagi Mengingatnya Pengeluaran Pemerintah

Pemerintah membiayai pengeluarannya dari hasil pemungutan pajak. Alasan-alasan bagi pemerintah untuk menaikan pajak adalah untuk membiayai pengeluaran yang semakin meningkat. Meningkatnya pengeluaran pemerinta ini merupakan suatu tendisi yang mungkin menyebabkan naiknya laju pertumbuhan urbanisasi. Pertambahab penduduk dan permintaan masyarakat, serta pengeluaran biaya untuk pertahanan negara. Alasan penduduk melakukan urbanisasi adalah keinginan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.




Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah

Untuk menutup devisit ini dapatlah dilakukan peminjaman kepada bank-bank. Jumlah uang yang di pinjam dengan cara ini disebut utang negara. Ada beberapa macam pajak yang dikenakan oleh pemerintah, antara lain :

a. Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung dapat dikenakan atas barang-barang seperti rokok, tembakau, minuman keras dan sebagainya, yang dibayar oleh importir, produsen dan perdagangan besar. Macam-macam pajak lain yang termasuk pajak tidak langsung adalah pjak penjualan impor, cukai, bea masuk dan pajak ekspor.
b. Pajak Langsung
Pajak kekayaan adalah termasuk pajak langsung karena langsung dikenakan atau dipungut pada pembyar pajak. Macam pajak lain yang dapat digolongkan sebagai pajak langsung adalah pajak pendapatan (ppd), pajak perseroan (pps) dan pajak dividen. Penerimaan pemerintah dapat diperoleh dari :
• Penerimaan dalan Negeri : pajak langsung, pajak tidak langsung, penerimaan minyak dan penerimaan bukan pajak.
• Penerimaan pembangunan : bantuan program dan bantuan proyek.

Sedangkan pengeluaran pemerintah dapat dikelompokan ke dalam :
• Pengeluaran rutin : belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah otonom, bunga cicilan utang serta pengeluaran lain.
• Pengeluaran pembangunan : sector-sektor pertanian dan pengairan, industry dan pertambangan, tenaga listrik, dan pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan.



Lingkungan Hukum

Hukum yang ada di Indonesia dapat dikelompokan ke dalam hukum public dan hukum privat.

1. Hukum Publik
Hukum public ini mengatur masalah-masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umum. Aturan-aturan hukum yang dapat dimasukan sebagai hukum public antara lain hukum tatanegara, hukum tatausaha dan hukum pidana.
2. Hukum Privat
Hokum privat merupakan hukum yang mengatur tentang hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Termasuk hukum privat dalah hukum perdata dan hukum dagang.

Lingkungan Internasional
 Ciri-ciri Perusahaan Multinasional
PBB dalam laporan tahunan 1973 mendefinisikan perusahaan multinasional sebagai suatu perusahaan yang kegiatannya meliputi usaha-usaha pengolahan/manifaktur tau pemberian jasa dalam sedikitnya dua negara. Dengan definisi ini maka perusahaan multinasional merupakan sumber dari penanaman modal asing langsung dan jumlahnya merupakan ukuran kegiatan perusahaan itu.
 Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinasional
a. Kebaikan Perusahaan Multinasional :
• Menambah devisa negara melalui penanaman modal di bidang ekspor.
• Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor di sector industry
• Menambah kesempatan keja dengan membuka lapangan kerja baru.
• Meningkatkan taraf hidup karyawan dengan member gaji lebih tinggi.



b. Keburukan Perusahaan Multinasional :
• Makin banyaknya perusahaan multinasional yang didirikan dapat mempengaruhi kekuasaan ekonomi negara. Tetapi jika jumlahnya sedikit maka arti kuantitatifnya tidak banyak.
• Perusahaan-perusahaan multinasional tersebut memperoleh hasil berupa :
 Keuntungan yang akan dialihkan keluar negeri kepada pemegang sahamnya.
 Penyusutan dalam praktek sering digunakan untuk penyembunyian keuntungan-keuntungan agar tdak terkena pajak.

 Lembaga-lembaga yang Membantu Perdagangan Internasional
a. Export and Import Commision House
b. Merchant Exporters and Importers
c. Manufacture’s Export Agents
d. Export and Import Brokers

 Perkembangan Impor dan Ekspor Indonesia
Impor yang dilakukan oleh Indonesia selama ini meliputi tiga macam golongan barang yaitu ;
a. Barang Konsumsi : beras, tepung terigu, tekstil, dan lain sebagainya .
b. Bahan Baku ; cengkeh, bahan kimia, hasil dan preparat kimia, bahan cat, pupuk, kertas, benang tenun, cambric dan shirtin, bahan bangunan, dan lain sebagainya.
c. Barang Modal : mesin-mesin, generator listrik, alat telekomunikasi, dan lain sebagainya.